Logo-logo yang dapat memberi inspirasi (Part I)

•22 July 2010 • Leave a Comment
Di dunia banyak sekali logo logo yang mampu memberi kita para desain grafis sebuah inspirasi dikala kita mendapat project membuat logo. disini ada beberapa logo yang mungkin bisa menjadi inspirasi anda



Desain dan Sejarah Logo Perusahaan Terkenal di Dunia

•17 July 2010 • Leave a Comment

Perusahaan sering mengembangkan strategi pemasaran yang ditujukan untuk menciptakan logo yang akan menjadi pemicu memori untuk dekade yang akan datang. Perusahaan seperti Apple, Coca-Cola, Google, IBM, Pepsi, Adidas dan Yahoo! Telah membuktikan diri mereka dengan menggunakan desain logo yang telah merevolusi dunia. logo mereka masih berdiri di garis panjang logo perusahaan terkenal dunia.

Jadi apa sebenarnya yang membuat logo ini begitu terkenal? logo terkenal memiliki dua hal yang sama-kekhasan dan kesederhanaan. Yang penting untuk dicatat di sini adalah bahwa logo membantu pelanggan mengidentifikasi bisnis. Logo lebih khusus adalah, menjadi semakin dikenal. Logo lebih kompleks, bagaimanapun, kecil kemungkinan akan bahwa orang akan mengingatnya.

logo yang sukses bertahan dalam ujian waktu, meskipun ada saat-saat ketika logo mungkin perlu diperbarui untuk mencerminkan perubahan zaman. Meskipun demikian, logo disebutkan di sini, apakah telah mengalami perubahan atau tidak, telah meninggalkan kesan abadi dalam pikiran orang-orang di seluruh dunia.

untuk mengetahui logo apa saja yang menjadi perhatian dunia.. bisa anda lihat di famouslogos.org

Komik Lokal Indonesia, Garudayana

•19 May 2010 • Leave a Comment

Selama ini kita mengenal rajanya komik di dunia adalah negeri Sakura, Jepang. Ternyata Indonesia pun mempunyai komik khas Indonesia yang bagus, penuh kreativitas, orisinil “murni” dan pantas di banggakan. Jangan pandang sebelah mata dengan komik karena komik pun terbukti meningkatkan minat baca. Contoh nyata, Jepang pun ada bermacam-macam jenis komik yang di sesuaikan dengan kelompok umur. Jadi tidak selalu komik berkonotasi negatif bukan ?

Karya anak bangsa yang kreatif ini berjudul Garudayana. Garudayana sudah terbit untuk volume 1 pada tanggal 8 Agustus 2009. Tanggapan positif dari pembaca dan pencinta komik membuat Garudayana volume 1 berulangkali dicetak ulang. Pertamakali penulis melihat cover dari Garudayana volume 1 langsung ” jatuh hati “, teringat akan cerita gambar (cergam) atau komiknya RA. Kosasih. Memang karya RA. Kosasih yang terkenal seperti Mahabharata, Parikesit, Bharatayudha. Tentu saja Garudayana pun mempunyai kekhasan tersendiri yang jelas berbeda dengan karya RA. Kosasih. Komik yang penuh dengan kreativitas dan orisinil, sungguh layak untuk mendapat dukungan.

Sinopsis Garudayana pun khas anak muda. Garudayana ini menceritakan tentang petualangan Kinara, seorang pencari harta karun. Pada suatu hari Kinara menemukan telur Garuda di situs kuno Lembah Para Batara. Tak disangka tak dinyana situs tersebut adalah tempat persembunyian seekor Ashura Api yang sedang menantikan menetasnya telur Garuda untuk dimakan ! Bagaimana kisah selanjutnya, ikuti saja kisahnya di Garudayana.

Komik Garudayana volume 2 pun akan segera terbit dan beredar di seluruh toko buku di Indonesia pada tanggal 28 April 2010. Tentu saja di seluruh cabang toko buku Gramedia dan toko-toko buku lainnnya akan tersedia Garudayana volume 2 ini. Komik Garudayana volume 2 merupakan kelanjutan dari Garudayana volume 1. Komik setebal 160 halaman ini berada di bawah brand Koloni, sebuah lini bagian dari Penerbit m&c! yang khusus menerbitkan komik-komik dari komikus Indonesia.

Kehadiran Garudayana 2 banyak di tunggu oleh penggemar komik di Tanah air, terbukti banyak yang menanyakan kelanjutan dari Garudayana volume 1. Ini membuktikan bahwa kawula muda Indonesia semakin paham perbedaan komik yang orisinil “murni” dan pantas di jadikan bacaan bermutu dibandingkan komik “palsu” yang hanya sekedar meniru dan mendompleng nama tenar komik Jepang. Marilah kita dukung komik lokal yang benar-benar orisinil karya anak bangsa.

Penulis mendapatkan fakta ternyata Garudayana pun menjadi perbincangan para fans komik ( manga) di Indonesia. Tanggapan yang positif dari para pencinta komik, tidak ada hujatan atau celaan terhadap komik ini karena memang komik Garudayana pantas di banggakan, baik dari segi gambar, artwork orisinil, kreatif dan khas Indonesia. Ini membuktikan bahwa komik Indonesia seperti Garudayana tidak bisa di pandang sebelah mata lagi. Kesuksesan Garudayana sebagai komik khas Indonesia tentu saja tidak terlepas dari ” tangan dingin” sang author, Is Yuniarto.

Is Yuniarto, pemuda kelahiran Semarang ( saat ini bertempat tinggal di kota Surabaya) adalah komikus berbakat, tokoh pencipta di balik komik Garudayana. Walaupun usia masih muda akan tetapi melihat hasil karya komiknya, hanya satu kata yang terucap, ” luarbiasa”. Goresan penanya yang tajam menghasilkan gambar, artwork yang bagus dan sempurna apalagi ini adalah hasil karya yang orisinil “murni”. Selain Garudayana, masih ada komik lain yang sama luarbiasanya berkat sentuhan “tangan dingin” Is Yuniarto. Komik lainnya adalah Wind Rider ( terbit 2005 oleh Elex Media ), dan tahun 2007 – 2009 Knights of Apocalypse volume 1-3 ( tamat ).

Tentu saja tidaklah mudah perjuangan Is Yuniarto untuk menghasilkan komik-komik bermutu seperti ini. Penulis berusaha mencari data mengenai komikus berbakat ini. Ternyata perjuangan Is Yuniarto mulai menampakkan hasil sejak tahun tahun 2001. Terbukti di tahun 2001 Is Yuniarto menjadi juara favorit Lomba Komik Jawa Pos. Karya komiknya mendapatkan kehormatan untuk dimuat secara bersambung di Jawa Pos pada bulan Juli 2002.

Masih ada banyak kejuaraan yang diikuti oleh Is Yuniarto dan berulangkali terbukti bahwa memang Is Yuniarto adalah anak bangsa yang pantas di banggakan. Juara Favorit Art Spot’s Halloween Drawing Contest 2002. Kemudian di tahun 2003, Runner Up Lomba Komik Asia 2003 yang di selenggarakan oleh DKV ITB. Di tahun yang sama pula, Is Yuniarto menjadi juara harapan Lomba Ilustrasi Ragnarok Online Fan Art 2003. Hasil karyanya ditampilkan sebagai loadingscreen game Ragnarok Online Indonesia. Sekedar informasi, Ragnarok Online Indonesia adalah game online multiplayer pertama di Indonesia yang peminatnya luarbiasa banyaknya.

Di tahun 2004, Is Yuniarto menjadi juara 1 Lomba Komik Ragnarok Online 2004, dimana hasil karyanya diterbitkan dalam bentuk buku komik kumpulan pemenang lomba oleh Gamestation. Di tahun 2005, Is Yuniarto menjadi juara 2 Lomba ilustrasi FanArt TANTRA online 2005 dan juga juara 2 Lomba Ilustrasi FanArt SURVIVAL PROJECT Online game 2005 yang di selenggarakan oleh Play On Indonesia.

Deretan kepiawaian Is Yuniarto semakin tak terbendungkan lagi. Di tahun 2005, Is Yuniarto menjadi juara 1 Lomba Desain Karakter NEXX Media 2005. Bahkan komik debut awalnya yaitu Wind Rider meraih 3 nominasi KOMIKASIA AWARD 2005 dengan kategori : Best Cover, Best Character, Best Comic. Luarbiasa memang potensi terpendam dari Is Yuniarto .

Memang tidak ada kesuksesan yang diraih secara instan, semuanya butuh perjuangan yang keras. Tentu saja perjuangan yang “bersih” , orisinil, dan penuh integritas. Begitu pula dengan Is Yuniarto, tak terhitung berapa banyak usaha yang dilakukan Is Yuniarto hingga akhirnya komik karyanya pun terpampang di seluruh cabang toko buku terbesar di Indonesia “Gramedia”.

Tentu saja kesuksesan yang diraih dengan usaha keras dan halal pun berbuah manis seperti saat ini. Memang layak dan sudah sepantasnya Is Yuniarto meraih keberhasilan seperti ini. Walaupun usia Is Yuniarto relatif lebih muda dari Penulis, akan tetapi salut dan hormat penulis untuk komikus berbakat seperti Is Yuniarto. Inilah yang menyebabkan penulis sangat tertarik untuk menelusuri kisah sukses Is Yuniarto.

Di tahun 2006, Is Yuniarto masih juga meraih berbagai kejuaraan. Kali ini juara 1 Lomba Komik Animonster 2006. Lagi-lagi juara 1 Lomba Komik Seal Online 2006. Kejuaran demi kejuaraan yang diikuti Is Yuniarto membuatnya semakin mantap untuk menjadi seorang komikus. Terbukti dari di hasilkannya Garudayana volume 1 bukan ? Bahkan Garudayana volume 2 pun segera akan terbit pada tanggal 28 April 2010 dan tersedia di toko-toko buku di Indonesia.

Silakan kontak langsung dengan komikus berbakat, Is Yuniarto, dapat berhubungan langsung di Facebook.
http://www.facebook.com/profile.php?id=591924405&ref=profile#!/isyun
Kesan pertama saat berbincang dengan Is Yuniarto adalah pemuda yang low profile, penuh bakat. Bagaikan padi, semakin berisi semakin merunduk. Walaupun karya komik Is Yuniarto semakin diminati kawula muda akan tetapi sikapnya tidak pongah, jauh dari sikap angkuh, sombong dan sikap meremehkan oranglain. Tutur katanya halus dan penuh sopan santun.

Akhir kata, penulis ingin mengajak pembaca untuk mendukung komik lokal “orisinil” bikinan anak bangsa. Dukunglah komik lokal yang orisinil, itu berarti anda pun sudah melakukan gerakan ACI ” Aku Cinta Indonesia” bukan ?

Jangan beli komik lokal yang tidak orisinil, yang hanya sekedar meniru, menjiplak dan mendompleng ketenaran nama dari komik luarnegeri Jepang. Membeli komik yang tidak orisinil justru akan mematikan kreativitas anak bangsa yang benar-benar berjuang secara halal.

Dengan mendukung komik lokal yang orisinil seperti Garudayana berarti kita mendukung karya anak bangsa, produk dalam negeri. Siapa tahu kelak Indonesia pun mampu seperti negara Jepang yang menjadi rajanya komik di dunia bukan ? Lihatlah Jepang, komikus pun bisa menjadi pekerjaan yang menjanjikan masa depan. Tentu saja sekali lagi Penulis menekankan, dukungan perlu di berikan untuk anak bangsa supaya semakin terpacu menghasilkan komik lokal yang “orisinil” khas Indonesia dan bukan hanya sekedar menghasilkan komik ” palsu” yang menjiplak dari komik luarnegeri.

Sekali lagi hanya komik lokal yang orisinil, murni dari buah pemikiran dan karya asli komikus. Kalau bukan kita sebagai bangsa Indonesia mendukung karya anak bangsa, siapa lagi yang akan mendukung karya komik lokal yang “orisinil ” bukan ?

Jangan lupa nantikan kehadiran Garudayana volume 2 pada tanggal 28 April 2010 di toko-toko buku di seluruh Indonesia. Dijamin tidak memalukan untuk dijadikan koleksi buku/komik. Dukunglah selalu karya anak bangsa yang “murni” seperti Garudayana ini !

source by kolomkita.detik.com

Lewat Desain, Siswa SMA Unjuk Kreatifitas

•19 May 2010 • Leave a Comment

Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berasal dari sebelas sekolah mengikuti lomba desain buku tahunan yang diselenggarakan International Design School (IDS). “Mereka sangat antusias dengan penyelenggaraan kompetisi ini,” ungkap Adez Aulia, Public Relation Manager IDS, di Episentrum Walk, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (8/5/2010).

Tujuan kegiatan ini sebagai ajang unjuk kreatifitas siswa-siswa SMA dalam mendesain dan memproduksi buku tahunan.

Buku tahunan merupakan media penyimpanan kenangan yang berisi data mulai dari anggota sekolah,mulai dari murid, guru, hingga kepala sekolah. “Melalui buku tahunan, yang ada data diri juga foto, kenangan semasa sekolah akan selalu diingat,” katanya.

Lebih lanjut Adez menuturkan, banyak acara anak SMA sekarang yang tidak hanya seputar acara musik . “Acara musik kan sifatnya hanya living at the moment, nggak ada wujudnya untuk yang disimpan. Makanya kita bikin maka kami buat kompetisi desain buku tahunan yang memang ada wujudnya dan membuat siswa jadi kreatif, ” kata Adez.

Sebelum memulai kompetisi, siswa juga mendapatkan workshop tentang pembuatan buku tahunan. “Kami beri informasi mengenai buku tahunan, desainnya hingga bagaimana memproduksi dengan low budget,” tuturnya.

Acara ini dikuti sebelas sekolah , yakni SMA Kanisius, SMAN 34, SMA Gonzaga, SMKN 50 , SMA Tri Ratna, SMAK Kalam Kudus 3, Man 4 Model, SMKN 58 , SMAN 47 dan SMKN 38. Bertindak sebagai juri yaitu Zinnia Nisar, dosen IDS dan Poppie, Senior Graphic Design Majalah Provoke serta Sadono, fotografer profesional.

“Poin penilaian dalam kompetisi ini adalah kreativitas siswa dalam mewujudkan buku tahunan yang oke namun juga biaya yang tidak besar. Kemampuan siswa dalam mempresentasikannya juga jadi poin,” kata Adez.

Acara yang digelar IDS ini merupakan bagian dari rangkaian acara pembukaan IDS di Epicentrum Walk. IDS sendiri berawal dari sebuah digital studio workshop yang memberikan training untuk Photoshop, 3D Max, Flash, dan Adobe. Kemudian berkembang menjadi bentuk franchise dan sudah ada 8 cabang di Indonesia. Kemudian menjadi sebuah sekolah internasional dengan nama IDS.

Saat ini IDS mempunyai program studi antara lain, Digital Design, Design Animasi, dan juga Film. Menurut Adez, kurikulum IDS juga dikombinasikan dengan yang berhubungan dengan bisnis. “Kami ingin mendidik bukan hanya jadi pekerja, namun juga sebagai pencipta kesempatan,” jelas Adez.

source by KOMPAS.com

Menggali Semangat Mahasiswa Berkarya

•19 May 2010 • Leave a Comment

Menjadi sukses di industri kreatif khususnya yang berkaitan dengan desain, fotografi dan industri musik, tidak sulit. Asalkan ada kemauan dan niat mau belajar dengan ahlinya.

Inilah yang ditawarkan dalam LA Lights Campus Edutainment yang berlangsung di Surabaya, 17-20 Mei 2010. Para mahasiswa Surabaya ditantang untuk membuat cover album dan packaging untuk Niory band yang lahir dari LA Lights Community Start Up 2009.

AGUNG NUGROHO Brand Manager PT Djarum dalam temu media di Surabaya, Senin (17/05), mengatakan, LA Lights Campus Edutainment tahun ke empat ini bertema “Creativepreneuer”. Tema ini mengacu pada perkembangan teknologi yang menuntut generasi muda di seluruh belahan dunia untuk jadi kreatif dan memiliki kemampuan yang baik.

“Namun seringkali kemampuan dan kreativitas ini tidak dapat dibina secara keseluruhan di bangku sekolah atau universitas. Tujuan diadakan LA Lights Campus Edutainment untuk mengedukasi para pelajar khususnya mahasiswa tentang berbagai macam bidang keahlian yang tidak didapatkan di kampus, namun banyak diminati dan bisa jadi sumber penghasilan yang menjanjikan,”tukasnya.

Sementara itu, TIARA dari Genta Production mengatakan dalam setiap event LA Lights Campus Edutainment seluruh alumni juaranya akan dilibatkan dalam kegiatan promosi. Ini makin mengasah kemampuan mereka dan banyak pengalaman yang diperoleh.

“Banyak beragam aktivitas yang digelar mulai dari indie musik sampai pendidikan. Seluruh juaranya akan bersinergi dalam setiap kegiatan. Contohnya, mereka yang berhasil menang diberi order membuat cover album dari pemenang LA Lights Community Start Up 2009,”tukasnya.

LA Lights Campus Edutainment 2010 digelar di kampur STIESIA dan Ubaya, yang dimeriahkan Kotak, The Dance Company, Gecko pemenang LA Lights Indifest 2009, AGUS RINGGO sebagai host dan penampilan-penampilan dari UKM kampus-kampus Surabaya.

Sedangkan para profesional yang dihadirkan untuk memberikan workshop, tambah TIARA, FIRDAUS FADLIL editor majalah musik dan MAYUMI HARYOTO desainer dan ilustrator muda. (tin)

source by Noer Soetantini @suarasurabaya.net

Silhouette 2

•18 May 2010 • 2 Comments

Silhouette 1

•18 May 2010 • Leave a Comment